Saturday, July 13, 2024
HomeTop NewsBank Indonesia Klaim Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Tetap Terjaga

Bank Indonesia Klaim Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Tetap Terjaga

Bank Indonesia Klaim Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Tetap Terjaga


Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kedua kiri) didampingi Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti (kedua kanan)(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

GUBERNUR Bank Indonesia (DUA) Perry Warjiyo mengatakan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga sesuai dengan komitmen kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia.

Stabilitas nilai tukar rupiah ke depan akan didukung oleh aliran masuk modal asingmenariknya imbal hasil, rendahnya inflasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.

“Ke depan, nilai tukar rupiah yang diprakirakan akan bergerak stabil sesuai dengan komitmen Bank Indonesia untuk terus menstabilkan nilai tukar rupiah,” kata Perry dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Bulan Juni 2024 di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Bank Indonesia: Pelemahan Rupiah karena Faktor Eksternal

BI terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter termasuk peningkatan intervensi di pasar valas serta penguatan strategi operasi moneter pro-pasar melalui optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah BI (SRBI), Sekuritas Valas BI (SVBI), dan Sukuk Valas BI (SUVBI).

Bank Indonesia juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk mendukung implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2023.

Lebih lanjut Perry menuturkan nilai tukar rupiah pada Juni 2024 hingga 19 Juni 2024 terjaga, meski sempat menekan 0,70 persen (ptp), setelah pada Mei 2024 menguat 0,06 persen (ptp) dibandingkan dengan nilai tukar akhir bulan sebelumnya.

Baca juga: BI Pastikan Terus Perkuat Kebijakan Bauran

Pelemahan nilai tukar rupiah tersebut dipengaruhi oleh tingginya paparan pasar global, terutama terkait dengan rendahnya arah penurunan Fed Funds Rate (FFR), penguatan mata uang dolar AS secara luas, dan masih tingginya ketegangan geopolitik.

Dari faktor domestik, tekanan pada rupiah juga disebabkan oleh kenaikan permintaan valas oleh korporasi, termasuk untuk repatriasi dividen, serta persepsi terhadap kesinambungan fiskal ke depan.

Dengan perkembangan itu, nilai tukar rupiah melemah 5,92 persen dari level akhir Desember 2023, lebih rendah dibandingkan dengan pelemahan Won Korea, Baht Thailand, Peso Meksiko, Real Brazil, dan Yen Jepang masing-masing sebesar 6,78 persen, 6,92 persen, 7,89 persen, 10,63 persen, dan 10,78 persen. (Semut/Z-7)



Source link

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments