Friday, July 19, 2024
HomeInternationalDepartemen Luar Negeri meminta China untuk lebih transparan tentang lonjakan COVID-19 saat...

Departemen Luar Negeri meminta China untuk lebih transparan tentang lonjakan COVID-19 saat ini, asal virus

Departemen Luar Negeri meminta China untuk lebih transparan tentang lonjakan COVID-19 saat ini, asal virus


Departemen Luar Negeri AS memanggil Cina untuk lebih transparan tentang wabah COVID-19 saat ini dan asal-usul virus, menyerang balik seorang pejabat China yang menyebut pembatasan perjalanan “tidak dapat diterima” pada hari Selasa.

“Jika [People’s Republic of China] ingin melihat negara-negara menghilangkan berbagai persyaratan yang telah diberlakukan, ada cara untuk membantu mewujudkannya dan itu adalah dengan transparansi tambahan,”

“Jauh sebelum lonjakan COVID ini di RRT, kami secara konsisten menyerukan transparansi tambahan dari RRT mengenai COVID, termasuk dalam konteks asal-usul COVID,” tambah Price. “Kami pikir ini sangat demi kepentingan dunia, tetapi juga demi kepentingan RRT bahwa mereka lakukan juga.”

China melonggarkan strategi “nol-COVID” bulan lalu di tengah protes nasional dan kasus yang melonjak, tetapi pejabat kesehatan di seluruh dunia telah menyatakan skeptis tentang data resmi yang keluar dari negara tersebut.

Pelancong berjalan di aula terminal Bandara Internasional Ibukota Beijing di Beijing, China, pada 23 Maret 2022.

Pelancong berjalan di aula terminal Bandara Internasional Ibukota Beijing di Beijing, China, pada 23 Maret 2022.
(REUTERS/Tingshu Wang)

Marion Koopmans, seorang ahli virus Belanda yang duduk di komite Organisasi Kesehatan Dunia yang bertemu dengan pejabat China pada hari Selasa, mengatakan kepada Reuters bahwa angka yang dirilis China “tidak terlalu kredibel.”

“Kami ingin melihat gambaran yang lebih realistis tentang apa yang sebenarnya terjadi,” kata Koopmans kepada outlet baru tersebut.

KEPALA NASA MEMPERINGATKAN CINA DAPAT MENGKLAIM WILAYAH DI BULAN JIKA MEMENANGKAN ‘LOMBA RUANG’ BARU

Setidaknya ada selusin negara, termasuk AS, Kanada, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan Italia membatasi perjalanan dari China.

Pelancong bertopeng memeriksa paspor mereka saat mengantre di konter check in penerbangan internasional di Bandara Internasional Ibukota Beijing di Beijing, Kamis, 29 Desember 2022.

Pelancong bertopeng memeriksa paspor mereka saat mengantre di konter check in penerbangan internasional di Bandara Internasional Ibukota Beijing di Beijing, Kamis, 29 Desember 2022.
(Foto AP/Andy Wong)

KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengkritik pembatasan pada hari Selasa, mengatakan bahwa mereka tidak memiliki “dasar ilmiah”.

“Kami dengan tegas menolak menggunakan tindakan COVID untuk tujuan politik dan akan mengambil tindakan yang sesuai dalam menanggapi berbagai situasi berdasarkan prinsip timbal balik,” katanya kepada wartawan.





Source link

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments