Sunday, October 1, 2023
HomeNationalIHSG Koreksi Tajam, 5 Saham Ini Jadi Beban

IHSG Koreksi Tajam, 5 Saham Ini Jadi Beban



Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi II perdagangan sore ini, Selasa (30/5/23) turun tajam 0,67% menjadi 6.636,42.

Koreksi IHSG hari ini memperpanjang tren pelemahan selama empat hari berturut-turut. Dengan demikian dalam lima hari perdagangan IHSG terkoreksi 1,39%. Selain itu, secara year to date (ytd) indeks membukukan koreksi sebesar 3,13%.

Pada perdagangan hari ini, sekitar 20,87 miliar saham terlibat yang berpindah tangan sebanyak 1,3 juta kali. Selain itu, nilai perdagangan tercatat mencapai Rp. 9,2 triliun.

Melandainya IHSG kali ini didorong oleh turunnya 294 saham, sementara 234 saham menguat dan 213 saham lainnya jalan di tempat.

Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) via Refinitiv, 50% sektor melemah dengan sektor Energi masih menjadi sektor yang paling membebani indeks dari sesi I yakni turun 3,5% lebih.

Saham energi terutama yang terbebani batubara yang IHSG hari ini disebabkan karena masih lesunya harga acuan batubara hingga pekan lalu.

Cuaca di Eropa dan Asia yang membaik, harga gas yang juga terkoreksi, dan lesunya permintaan di Eropa menyebabkan masih lesunya harga batubara dunia.

Adapun bottom movers IHSG pada perdagangan sore ini berdasarkan indeks poinnya adalah sebagai berikut:

1. PT Bayan Resources Tbk (-22,99)

2. PT Telkom Indonesia Tbk (-9,65)

3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (-6,10)

4. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (-4,86)

5. PT Astra Internasional (-4,65)

Pasar ekuitas Indonesia terkoreksi meski ada kabar baik seputar pembahasan plafon utang AS, di mana pembahasan tersebut sudah mengalami kemajuan.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Presiden AS Joe Biden telah mencapai kesepakatan dengan Ketua DPR Kevin McCarthy untuk menangguhkan plafon utang AS hingga 1 Januari 2025.

Kesepakatan ini dianggap sebagai kabar baik oleh Biden, yang menyatakan bahwa hal ini akan menghilangkan ancaman gagal bayar yang dapat berdampak negatif terhadap pemulihan ekonomi AS yang sedang berlangsung. Kesepakatan tersebut masih harus melalui Kongres untuk pemungutan suara sebelum 5 Juni, ketika Departemen Keuangan AS dinilai akan kekurangan dana untuk menutupi kewajibannya.

Investor juga akan memperhatikan kebijakan suku bunga yang akan diambil oleh The Fed. Meskipun data ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda melemah, sebagian besar investor masih yakin bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 14 Juni mendatang. Hal ini sejalan dengan pandangan hawkish sebagian besar investor sebelum pengumuman FOMC terakhir.

PENELITIAN CNBC INDONESIA

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya

IHSG Nyaman di Pucuk, Saham Raksasa Ini Jadi Juara


(Muhammad Azwar/ayh)




Source link

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments