Saturday, July 13, 2024
HomeNationalKantor Sri Mulyani Bakal Terbitkan ORI Khusus SDGs di Oktober

Kantor Sri Mulyani Bakal Terbitkan ORI Khusus SDGs di Oktober

Kantor Sri Mulyani Bakal Terbitkan ORI Khusus SDGs di Oktober






Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan menerbitkan surat utang ritel pada Oktober 2023, yakni Obligasi Negara Ritel atau ORI khusus untuk pendanaan proyek pembangunan berkelanjutan atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

SDGs merupakan komitmen global dan nasional dalam upaya menyejahterakan masyarakat yang mencakup 17 tujuan dan sasaran global tahun 2030 yang dideklarasikan baik oleh negara maju maupun negara berkembang di Sidang Umum PBB pada September 2015.

“Jadi memang salah satu inovasi dari pemerintah dalam rangka pertama, memperluas basis investor domestik. Kemudian yang kedua, meningkatkan kesadaran publik terhadap SDGs,” kata Kepala Subdirektorat Pengembangan dan Pendalaman Pasar Surat Utang Negara DJPPR Chandra Akyun Singgih Wibowo, saat ditemui di kawasan Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (10/7/2024).

Chandra mengatakan, hingga kini pemerintah memang belum mematok target mobilisasi dana dari buku ORI itu. Namun, ditekankannya, berdasarkan buku surat utang yang telah diluncurkan terakhir, seperti SBR013, perolehan dana diperkirakan akan mencapai kisaran Rp 15 triliun.

“Saya belum bisa benar-benar menyebutkan angkanya berapa. Tetapi, berdasarkan pengalaman penerbitan SBR013 kemarin, target kami kan Rp 15 triliun. Jadi, kira-kira nanti untuk ORI SDGs, mungkin targetnya mendekati angka itu,” tegasnya.

“Tetapi, nanti melihat lagi dinamika yang terjadi di Kuartal III dan IV tahun ini, kira-kira kebutuhan pembiayaannya, kebutuhan pembiayaan pemerintah bagaimana,” tuturnya.

Terkait SDGs, Chandra mengatakan, pemerintah juga telah menerbitkan beberapa surat utang, seperti Obligasi SDGs pada 2021 dengan keberhasilan perolehan dana sebesar 500 juta euro.

Sementara itu, untuk obligasi tematik lainnya dalam rentang waktu 2018-2024 ada seperti Global Sukuk sebesar US$6,5 miliar; Sukuk ritel domestik Rp35,8 triliun; dan Green Sukuk Wholesale senilai Rp29 triliun.

Pada tahun 2023, ada pula berupa Obligasi Biru yang perolehan dananya sebesar 20,7 miliar yen Jepang. Sementara pada tahun 2024 dana yang berhasil diraup ialah sebesar ¥25 miliar dari buku Blue Bonds.

“Artinya, pasar itu cukup bagus responsnya terhadap instrumen-instrumen tematik,” ucap Chandra.

Sebagai informasi 17 Tujuan tersebut yaitu:

(1) Tanpa Kemiskinan;
(2) Tanpa Kelaparan;
(3) Kehidupan Sehat dan Sejahtera;
(4) Pendidikan Berkualitas;
(5) Kesetaraan Gender;
(6) Air Bersih dan Sanitasi Layak;
(7) Energi Bersih dan Terjangkau;
(8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi;
(9) Industri, Inovasi dan Infrastruktur;
(10) Kurangnya Kesenjangan;
(11) Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan;
(12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab;
(13) Penanganan Perubahan Iklim;
(14) Ekosistem Lautan;
(15) Ekosistem Daratan;
(16) Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh;
(17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Saksikan video di bawah ini:

Video: Saat Semua Serba Tak Pasti, Dana Asing Masuk Ke Instrumen Mana?




Artikel Selanjutnya

Iran-Israel Reda Kok Rupiah Tembus Rp 16.230/US$? Ini Kata Ekonomi



(lengan/mij)



Source link

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments