Saturday, July 13, 2024
HomeNationalPolisi menangkap satu pelaku penyerangan organisasi warga di Pulogadung

Polisi menangkap satu pelaku penyerangan organisasi warga di Pulogadung

Polisi menangkap satu pelaku penyerangan organisasi warga di Pulogadung


Jakarta (ANTARA) –

Polisi telah menangkap satu pelaku penyerangan terhadap organisasi warga di Jalan Kampung Jati Selatan RW 08 Kelurahan Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Senin malam (17/6).

Kapolsek Pulogadung Kompol Sutrisno membenarkan bahwa ia telah menangkap satu pelaku penyerangan tersebut.

“Kami sudah mengantongi beberapa nama yang diduga sebagai pelaku lainnya dan sedang dilakukan kenyamanan,” ujarnya di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, ia bersama camat Pulogadung yang menyertakan lurah dan danramil melakukan mediasi kepada warga yang bertikai, yakni RW 08 Kelurahan Jatinegara Kaum dan RW 10 Kelurahan Cipinang untuk mengantisipasi adanya aksi lanjutan.

“Kita melakukan upaya bagaimana caranya mengikutsertakan masyarakat untuk mengungkap kasus ini supaya terang benderang,” katanya.

Baca juga: Satu keluarga di Makasar Jakarta Timur menyerang kelompok pemuda

Dia meminta masyarakat lainnya membantu memberikan informasi terkait dengan proses yang sedang dilakukan. Dia juga berharap para pelaku yang melarikan diri ini bisa ditangkap dan segera melakukan proses hukum.

Penyerangan tersebut menyebabkan seorang pemuda berinisal F (30) terbunuh di lokasi kejadian. “Korban mengalami luka bacok di bagian kepala,” kata salah satu warga berinisial N di Jatinegara Kaum, Kamis.

Menurut dia, penyerangan itu terjadi ketika N bersama rekannya sedang membakar sate daging kurban di Jalan Kampung Jati Selatan.

Kapolsek Pulogadung Kompol Sutrisno saat memberikan keterangan pers terkait kasus penyerangan warga di Kantor Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (20/6/2024). (ANTARA/Syaiful Hakim)

Puluhan pemuda tak dikenal itu kemudian masuk ke organisasi warga Kampung Jati Selatan sambil melemparkan petasan.

“Berhubung (banyak mobil) hancur dan rumah ada yang mau terbakar, jadi warga sini pada keluar. Warga sini benar-benar diserang,” katanya.

Warga smhanya bermodalkan bambu dan alat yang ada saja. “Enggak ada yang bermodalkan sajam. Tapi (kelompok penyerang) bawa senjata tajam,” katanya.

Dia menyebutkan, tidak ada pemicu awal, namun tempat tinggalnya justru menyerang orang yang tidak dikenal.

“Mereka (para pelaku) sekitar 30 orang lebih bawa sajam semua. Mereka jalan kaki, saya gak kenal. Ada rumah sempat terbakar karena petasan yang ditembakkan ke dalam rumah,” kata N.

Pewarta : Syaiful Hakim
Redaktur: Sri Muryono
Hak Cipta © ANTARA 2024



Source link

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments