Saturday, July 13, 2024
HomeInternationalRusia: Situasi Semenanjung Korea dalam kebuntuan yang berbahaya

Rusia: Situasi Semenanjung Korea dalam kebuntuan yang berbahaya

Rusia: Situasi Semenanjung Korea dalam kebuntuan yang berbahaya



Moskow (ANTARA) – Situasi di Semenanjung Korea telah mencapai kebuntuan yang berbahaya, dan Rusia tidak tertarik untuk meningkatkan konflik di Perbatasan Timur Jauhnya, kata Direktur Departemen Organisasi Internasional di Kementerian Luar Negeri Rusia Pyotr Ilyichev. “Situasi di sekitar Semenanjung Korea telah mencapai kebuntuan yang berbahaya dengan peningkatan ketegangan yang berkelanjutan,” kata Ilyichev kepada Sputnik pada hari Rabu.

Menurutnya, Amerika Serikat dan sekutunya yang keras kepala mengikuti jalur konfrontasi dan agresi Pyongyang adalah penanggung jawab utama situasi saat ini di kawasan tersebut.

Washington dan sekutunya telah menjadikan sanksi Dewan Keamanan PBB sebagai alat tekanan “abadi” terhadap lawan yang tidak tunduk pada kehendak mereka.

“Washington dan sekutunya memperkuatnya dengan tindakan pemaksaan sepihak yang ilegal,” katanya.

“Kami tidak tertarik melihat pusat ketegangan semakin memanas di perbatasan timur jauh kami. Oleh karena itu, kami menyarankan agar pihak-pihak terkait menghentikan siklus provokasi dan tuduhan balik, meninggalkan keinginan untuk menyelesaikan masalah dengan kekuatan atau ancaman, dan mulai bernegosiasi,” lanjut Ilyichev.

Sebelumnya pada Juni lalu, pasukan Jepang, AS, dan Korea Selatan mengadakan latihan militer trilateral di Laut China Timur. Latihan militer itu akan diadakan setiap tahun.

Latihan yang dirancang dalam pertemuan tiga pihak di Camp David pada Agustus tahun lalu itu dilakukan untuk meningkatkan kerja militer sama di tengah ketegangan di Semenanjung Korea akibat peningkatan uji coba rudal balistik oleh Korea Utara.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa aliansi militer trilateral antara Washington, Seoul, dan Tokyo tidak hanya ditujukan terhadap Korea Utara, tetapi juga untuk menahan Moskow dan Beijing.

Masalah nyata satu-satunya di kawasan Indo-Pasifik adalah kebijakan AS, sementara masalah lainnya, termasuk kebijakan rudal Korea Utara, harus diselesaikan melalui respons kolektif, tambah kabinet tersebut.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Jepang minta Korsel, Korut menjaga kestabilan Semenanjung Korea
Baca juga: AS tidak berencana menempatkan senjata nuklir di Semenanjung Korea


Baca juga: Satelit mata-mata Korut gagal, China berharap Semenanjung Korea stabil

Penerjemah: Primayanti
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2024



Source link

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments