Friday, July 19, 2024
HomeSains dan LingkunganTwitter perlu izin untuk iklan politik

Twitter perlu izin untuk iklan politik

Twitter perlu izin untuk iklan politik



Jakarta (ANTARA) – Twitter mengumumkan akan memperluas izin untuk jenis iklan politik yang lebih beragam. Langkah itu terbalik dengan kebijakan tahun 2019 karena perusahaan tengah berupaya meningkatkan pendapatan, sebagaimana dilaporkan Reuters, Rabu.

Perusahaan itu juga akan melonggarkan kebijakan untuk iklan berbasis sebab akibat (iklan berbasis penyebab) di Amerika Serikat dan bergerak menyelaraskan kebijakan iklan mereka dengan TV dan toko media lainnya.

Pada 2019, Twitter melarang iklan politik setelah platorm tersebut dan perusahaan media sosial lainnya seperti Facebook dikritik karena membiarkan informasi yang salah mengenai penyebaran di layanannya.

Sejak Musk mengambil alih Twitter pada Oktober lalu, pesan korporat hengkang sebagai bentuk respons atas Musk yang memberhentikan ribuan karyawan, memulihkan penangguhan permanen Mantan Presiden AS Donald Trump, dan mempercepat penyediaan fitur verifikasi berbayar yang menyebabkan penipu dapat menyamar sebagai perusahaan publik di Twitter.

Bulan lalu, Musk mempertahankan langkah-langkah memangkas biaya dan mengatakan Twitter menghadapi arus kas negatif sebesar 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp46,7 triliun tahun depan.

Baca juga: Twitter bakal luncurkan tampilan baru

Baca juga: Elon Musk bersedia mundur sebagai CEO Twitter

Baca juga: Mantan karyawan tutut Twitter atas berbagai pelanggaran hukum

Penerjemah: Suci Nurhaliza
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © ANTARA 2023



Source link

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments