Friday, July 19, 2024
HomeInternationalUNRWA: Anak-anak Gaza menghabiskan hingga 8 jam sehari untuk mengumpulkan makanan

UNRWA: Anak-anak Gaza menghabiskan hingga 8 jam sehari untuk mengumpulkan makanan

UNRWA: Anak-anak Gaza menghabiskan hingga 8 jam sehari untuk mengumpulkan makanan



Gaza (ANTARA) – Akibat agresi berkelanjutan Israel di Jalur Gaza, anak-anak di wilayah konflik itu menghabiskan waktu hingga 8 jam sehari hanya untuk mendapatkan makanan dan udara bersih, demikian menurut Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

“Anak-anak di Gaza bisa menghabiskan 6—8 jam sehari untuk mengumpulkan udara dan makanan, bahkan mereka harus membawa beban berat dan berjalan jauh,” demikian pernyataan UNRWA di media sosial, Sabtu (6/7).

“Fasilitas sanitasi dan infrastruktur rusak parah, sehingga memaksa ribuan keluarga mengandalkan air laut untuk mencuci, mandi, dan bahkan minum,” kata badan PBB tersebut.

Israel tak kunjung menghentikan penyerangan ke Jalur Gaza meski Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan Israel, melalui keputusannya yang bersifat mengikat, untuk menghentikan serangan di Rafah yang diduga melanggar Konvensi Genosida.

Serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan sedikitnya 38.089 warga Palestina dan melukai lebih dari 87.705 lainnya.

Selain itu, sedikitnya 10 ribu orang masih belum diketahui nasibnya dan diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan yang hancur akibat bom Israel.

Organisasi internasional dan Palestina turut menyebut bahwa sebagian besar korban yang tewas dan cedera adalah wanita dan anak-anak.

Agresi Israel juga menyebabkan hampir dua juta warga Palestina terusir dari tempat tinggalnya, sehingga menyebabkan eksodus pengungsi Palestina terbesar sejak tragedi Nakba pada tahun 1948.

Sebagian besar dari mereka terpaksa mengungsi di kota Rafah yang dihuni Mesir.

Sumber: WAFA-OANA

Baca juga: Warga Palestina tewas akibat serangan Israel di berbagai wilayah Gaza
Baca juga: PBB tentang kelaparan di Gaza: bagaimana kita bisa diam saja

Penerjemah: Nabil Ihsan
Redaktur : Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2024



Source link

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments