Thursday, June 20, 2024
HomeSains dan LingkunganCara aplikasi Pintu jaga keamanan data pelanggan

Cara aplikasi Pintu jaga keamanan data pelanggan



Jakarta (ANTARA) – Aplikasi Pintu memiliki cara dalam melindungi keamanan data pelanggan, mengingat data berperan penting dalam era digital termasuk industri kripto seperti Pintu.

“Dalam komitmen kami untuk melindungi data pengguna, Pintu memiliki tim keamanan siber yang disempurnakan tinggi dan bertindak sangat cepat,” ujar Kepala Analis Data Pintu Natasha Ashley Wijaya dalam keterangan oerditerima di Jakarta, Jumat.

Salah satu upaya untuk mencegah kebocoran data, kata Natasha, adalah dengan penerapan sistem keamanan bertingkat mencakup autentikasi multi-faktor (MFA) termasuk di dalamnya One Time Password (OTP), autentikasi biometrik, dan opsi autentikator. Pintus juga memastikan sudah mengantongi sertifikasi
ISO/IEC 27001:2013 dan ISO/IEC 27017:2015 terkait keamanan siber.

Dari segi keamanan siber di Indonesia, berdasarkan data National Cyber ​​Security Index (NCSI) per April 2023, Indonesia menempati urutan 47 dari 175 negara soal indeks keamanan siber.

Baca juga: Aplikasi PINTU gandeng tiga gunung untuk edukasi crypto

Sebagai perusahaan yang bergerak di industri kripto dan seluruh aktivitasnya berhubungan dengan data, Natasha menilai data bersifat penting karena memiliki manfaat yang sangat luas menyangkut semua divisi mulai dari pemasaran, produk, strategi, keuangan hingga keamanan.

oleh karena itu Pintu, kata Natasha, juga menggunakan enkripsi yang kuat dan menerapkan kebijakan akses yang khusus untuk melakukan transfer dan menyimpan data dalam sistem untuk mencegah adanya kebocoran informasi.

Selain itu, kami melakukan perlindungan keamanan secara reguler untuk memastikan bahwa sistem selalu diperbarui dan terlindungi dari ancaman apapun. Kami bekerja maksimal untuk menjaga privasi dan keamanan data pengguna. Meski dunia kripto masih tergolong baru, namun dari segi titik data dikumpulkan pertumbuhan-pertumbuhannya sangat pesat yang dihasilkan dari transaksi jutaan pengguna,” jelas Natasha.

Berdasarkan riset yang dilakukan TripleA, perusahaan blockchain yang berbasis di Singapura, diperkirakan jumlah pengguna kripto di seluruh dunia pada tahun 2023 dapat mencapai lebih dari 420 juta pengguna dengan benua Asia sebagai negara dengan kepemilikan kripto terbanyak karena mendapatkan keuntungan dari jumlah populasi yang sangat besar.

“Tidak heran kalau pertumbuhan kripto meningkat pesat di Indonesia karena memiliki keuntungan dari jumlah populasinya yang sangat besar. Semakin banyak orang yang beraktivitas secara digital seperti berinvestasi pada kripto, titik data-nya juga semakin besar dan keunggulan ini harus bisa dimaksimalkan penggunaannya untuk membantu memajukan negara lebih pesat lagi,” kata Natasha.

Baca juga: Pertumbuhan kripto di Indonesia dinilai semakin positif

Terkait dengan teknologi kecerdasan buatan atau kecerdasan buatan (AI), Natasha mengatakan mereka menggunakan manfaat AI untuk mendorong produktivitas.

Tim sains data Pintu menggunakan pembelajaran mesin untuk analisis produk dan mempertemukan bila ada pengguna yang menyalahgunakan platform. Natasha menilai teknologi AI dapat sangat membantu kinerja tim data dan juga lainnya, seperti memberikan rekomendasi strategi dan juga automasi hal repetitif.

“Tapi perlu dicatat bahwa penggunaan AI masih harus ada intervensi manusia, namun, memang bisa membantu untuk mendukung produktivitas sehingga bisa fokus ke hal yang lebih berdampak,” kata Natasha.

Baca juga: Cashtree mulai mengadopsi teknologi kripto dalam model bisnis

Baca juga: Bappebti dengan tegas tidak melanggar SOP izin usaha bursa berjangka

Baca juga: Bappebti menyeleksi tiga perusahaan untuk bursa kripto

Pewarta: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Natisha Andarningtyas
HAK CIPTA © ANTARA 2023



Source link

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments