Sunday, February 25, 2024
HomeHiburanIHC menyimpan vonis atas permohonan jaminan Azam Swati dalam kasus tweet kontroversial

IHC menyimpan vonis atas permohonan jaminan Azam Swati dalam kasus tweet kontroversial


Senator Azam Swati dikawal polisi.  — PPI/Berkas
Senator Azam Swati dikawal polisi. — PPI/Berkas
  • FIA mengatakan Swati tidak menyerahkan akun Twitternya.
  • Wakil Jaksa Agung meminta waktu untuk argumen.
  • Swati telah mengajukan permohonan pembebasan dengan jaminan di IHC.

Pengadilan Tinggi Islamabad (IHC) pada hari Senin mencadangkan keputusannya atas petisi yang diajukan oleh Senator Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI). Azam Swati mencari jaminan pasca-penangkapan dalam kasus tweet yang kontroversial.

Swati telah berada di balik jeruji besi sejak 27 November, ketika dia ditangkap untuk kedua kalinya karena menggunakan kata-kata kasar terhadap petinggi militer, termasuk mantan Panglima Angkatan Darat Jenderal (Purn) Qamar Javed Bajwa. Septuagenarian melemparkan kata-kata makian di Bajwa.

Swati telah mengajukan a permohonan mencari pembebasan dengan jaminan di IHC sehubungan dengan kasus yang diajukan terhadapnya pada 26 November. Permohonan sebelumnya, yang diajukan pada 21 Desember, ditolak oleh hakim pengadilan Azam Khan, yang mengatakan bahwa senator tersebut telah melakukan pelanggaran yang sama dua kali.

Dalam lamarannya, sang senator menyatakan tidak memposting komentar yang menghina institusi mana pun. Dia menambahkan bahwa kejaksaan tidak memiliki bukti yang memberatkannya meskipun ada penyelidikan.

Permohonan itu berbunyi bahwa Swati berusia 75 tahun dan seorang pasien jantung dan bahwa memenjarakannya akan menjadi hukuman tanpa hukuman karena semua bukti yang memberatkannya adalah dokumenter.

Sidang hari ini

Dalam sidang hari ini, Wakil Jaksa Agung meminta tambahan waktu untuk argumentasi.

Pengadilan kemudian menanyakan tentang posisi challan, yang dijawab oleh Otoritas Investigasi Federal (FIA) bahwa challan diajukan pada 24 Desember 2022, dan sidang akan berlangsung pada 3 Januari.

Wakil jaksa agung mengatakan bahwa senator PTI telah melakukan kejahatan lagi dan sebuah kasus telah tertunda.

FIA menyebut Swati tidak menyerahkan akun Twitter miliknya. Mendengar ini, pengadilan mengatakan bahwa agen investigasi sendiri yang mengakhiri penahanan fisik.

“Apakah ada kemungkinan gangguan?” pengadilan menanyai pejabat FIA.

Menanggapi hal tersebut, FIA menyebut Swati tak membantah cuitan tersebut.

Kasus

Swati didakwa dalam banyak kasus di seluruh negeri karena tweet kontroversialnya terhadap perwira militer senior.

Awalnya, senator tersebut ditangkap oleh FIA pada 13 Oktober setelah dia memposting pesan kebencian dan ancaman terhadap panglima angkatan darat, kejaksaan, dan lembaga negara lainnya di akun Twitter resminya.

Dia telah mendapatkan jaminan dalam kasus itu, tetapi pada 27 November, FIA menangkapnya lagi karena menggunakan bahasa kasar terhadap petinggi militer, termasuk Jenderal (Purn) Bajwa.

Pada tanggal 2 Desember, polisi Balochistan menangkap Swati dalam kasus serupa yang didaftarkan terhadapnya di Quetta. Pada saat penangkapannya, dia sudah berada dalam penahanan yudisial di Penjara Adiala dan dipindahkan ke Quetta di bawah penahanan transit yang diperoleh oleh polisi Balochistan.

Nanti, Pengadilan Tinggi Balochistan (BHC) memerintahkan pembatalan semua kasus yang didaftarkan terhadap senator di provinsi tersebut. Begitu BHC mengeluarkan perintah, Polisi Sindh menahan senator tersebut atas masalah tweet kontroversial.

Senator kemudian mendekati Pengadilan Tinggi Sindh untuk mendapatkan jaminan. Pengadilan juga mengarahkan pembatalan semua kasus yang didaftarkan terhadap senator di provinsi tersebut.

Mengikuti perintah, Polisi Islamabad menahan senator itu dan membawanya ke ibu kota federal. Dia masih dalam tahanan.



Source link

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments