Monday, April 22, 2024
HomeTop NewsMahfud MD Sebut Video Hoax Ini Lucu

Mahfud MD Sebut Video Hoax Ini Lucu

[ad_1]

Suara.com – Calon Wakil Presiden Mahfud MD menyampaikan sebuah video berita palsu yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat Mahfud MD sedang menyampaikan proses Pemilu.

Namun dalam video tersebut terdapat beberapa kejanggalan. Salah satunya, kacamatan yang digunakan Mahfud MD.

“Yang tidak kalah lucunya adalah kacamata, masih pakai yang lama, bukan yang sekarang saya pakai,” tulis Mahfud MD di akun instagramnya.

Mahfud MD menyebut wawancara tersebut terjadi pada tahun 2019. Namun digabung dengan video baru berisi calon Presiden Prabowo Subianto. Seolah-olah Mahfud MD membela proses pemilu yang sekarang digelar KPU.

“Anda lihat video ini. Tangan jahil mengedit dan memviralkan pernyataan saya yang membela KPU, bahwa KPU sudah bekerja dengan benar. Padahal video ini lama, pernyataan saya pada Pemilu thn 2019 yang dipadukan dengan gambar-gambar baru,” ungkap Mahfud.

Saat 2019, kata Mahfud, aplikasi yang digunakan oleh KPU bernama Situng. Bukan Sirekap yang kini masih digunakan meski banyak kesalahan dalam perhitungannya.

“Makanya ada kata Situng, padahal sekarang namanya Sirekap. Ada juga sebutan daerah tertentu yang dimenangkan oleh Prabowo padahal sekarang dimenangkan oleh AMIN (Sumbar). Yang tidak kalah lucu adalah kacamata, msh pakai yang lama, bukan yg skrg saya pakai,” tulis Mahfud .

Jadi, kata Mahfud, video itu adalah video tahun 2019 ketika Situngnya KPU diserang, dipelintir seolah-olah itu baru.

“Gambarnya saja yang diedit dengan aktivitas KPU yang sekarang,” katanya.

KPU Gelar PSU

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia memantau proses pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2024 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sejumlah daerah.

“Kami atas nama penyelenggara mohon maaf, mewakili pelaksana daerah kalau ada kekurangan dan hal yang salah pada 14 Februari kemarin,” ujar Komisioner membidangi bagian hukum KPU RI Mochammad Afifuddin.

Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengatakan kurang lebih ada sekitar 1.400 TPS di seluruh Indonesia melakukan PSU. Selain itu, ada juga yang masih melakukan pengumpulan susulan di daerah Demak sebanyak 108 TPS.

Ia mengaku menjamin keamanan penyelenggara Pemilu 2024 saat PSU, karena proses pelaksanaan keamanan PSU terjamin karena dijaga Kepolisian dan TNI.

“Aman ini, tentara ada, polisi ada, pokoknya aman. Ada jaminan terhadap keselamatan penyelenggara juga,” ujarnya.

[ad_2]

Source link

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments