Monday, April 22, 2024
HomeTop NewsPemburu Harta Karun Temukan Emas Batangan RI, Ini Lokasinya

Pemburu Harta Karun Temukan Emas Batangan RI, Ini Lokasinya

[ad_1]

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemburu harta karun bukan dongeng semata. Mereka benar-benar ada dan banyak di antaranya yang sukses kaya raya dari kegiatan itu. Di era modern pemburu harta yang fenomenal adalah Michael Hatcher. Pria kelahiran 1940 ini menjalani profesi yang mungkin dianggap ketinggalan zaman, yakni menjelajahi lautan. Meski dianggap sebelah mata, profesi inilah yang kemudian melambungkan nama dan berhasil mempertebal dompetnya.

Awal mula Hatcher terjun sebagai pemburu harta karun bermula pada tahun 1975. Suatu hari di gedung Arsip Nasional Belanda, dia membaca arsip Belanda tentang kapal karam masa VOC dan pemerintah Hindia Belanda. Dia sadar kalau karamnya kapal tidak hanya meninggalkan kerangka, tapi juga barang berharga yang dibawanya di dasar laut. Barang tersebut jika berhasil diangkat dan dijual pasti harganya mahal. Sejak saat itu dia menutup wilayah di Indonesia yang jadi kemungkinan kandasnya kapal.

Di sisi lain, tak mudah untuk mengambil harta karun. Untuk mengambilnya Hatcher perlu turun ke dasar laut sedalam lebih dari 50 meter. Semakin dalam semakin bahaya: Jarak pandang semakin pendek dan arus semakin kencang.

Pada 1986, Hacker berhasil melakukannya. Ia menemukan kapal VOC, Geldermalsen, yang tenggelam di perairan Karang Heliputan, Riau. Dia berhasil mendapatkan 100 emas batang dan 20.000 porselen cina (sumber lain menyebutkan 225 emas batang dan 160.000 keramik) dari Dinasti Ming dan Qing. Tentu usaha ini dilakukan secara ilegal dan diam-diam agar tidak diketahui pemerintah.

“Seluruh barang itu dilelang di Balai Lelang Christie, Amsterdam. Laku terjual seharga 15 juta dolar AS [Setara Rp 210 miliar],” tulis Widiati dalam Keramik Kuna Dari Dasar Laut Perairan Indonesia.

Keberhasilan Hacther menjual harta karun yang mengejutkan masyarakat Indonesia. Dari sini gelombang pencarian harta karun di perairan Indonesia mulai terjadi. Dilakukan oleh penduduk secara mandiri atau pihak swasta. Di sisi lain, pemerintah geram karena kecolongan. Presiden Soeharto tidak mengetahui kalau ada potensi harta karun besar di dasar laut.

Pada tahun 1980-an, angka Rp 210 Miliar jelas tidak sedikit. Jika biaya pembangunan TMII sebesar Rp 10 Miliar, maka Orde Baru mampu membangun 20 TMII di seluruh Indonesia. Akhirnya, Soeharto mengeluarkan Keppres No. 43 Tahun 1989 yang intinya membuka izin operasi pencarian harta karun. Kesuksesan Hatcher tak hanya sampai di situ. Pada tahun 1999, dia berhasil menjelajahi kapal asal Cina, Tek Sing, di perairan Bangka. Dalam kondisi utuh, kapal ini berukuran 42×10 meter dan berbobot 900 ton.

“Sebelum karam pada Februari 1822, kapal itu tercatat membawa 350.000 keramik Cina, ribuan meriam besi, kuningan, perunggu, dan sebagainya. Seluruhnya berasal dari abad ke-19 yang diproduksi dari Fujian,” tulis Trigangga dalam Eksplorasi Kapal-Kapal Karam di Indonesia.

Barang-barang inilah yang ditemukan Hatcher dan diangkutnya ke pelelangan Stuttgart, Jerman, pada November 2020. Harta karun itu ditaksir senilai Rp 500 miliar. Menjadikannya sebagai penemuan harta karun terbesar dari kapal karam sepanjang sejarah.

Berdasarkan arsip Detik (30 April 2010), pria yang dijuluki ‘The Wreck Salvage King’ ini dikabarkan terdeteksi di Perairan Subang untuk mengeruk harta karun dari Dinasti Ming senilai 200 juta dollar AS. Namun, kali ini pemerintah berhasil mencegahnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Penemuan Tak Sengaja Harta Karun, di Proyek Tol Sampai Jepang


(mfa/mfa)


[ad_2]

Source link

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments